Tips Hidup Sehat dan Keluarga

Tips Agar Si Kecil Tidak Menangis Saat Disuntik

Nov 10th 2007
4 Comments
respond
trackback

Walaupun suntikan sekarang sudah lebih jarang dilakukan dibanding dahulu, namun untuk beberapa jenis imunisasi masih mengandalkan suntikan. Kebanyakan anak menghadapi rasa takut saat disuntik, selain suntikan sendiri pun bisa menimbulkan trauma. Adakah cara agar suntikan tidak lagi menjadi momok bagi anak?

Sebetulnya tidak ada cara khusus, selain menciptakan suasana menjelang sebuah suntikan pertama kali agar tidak menimbulkan rasa jera pada anak. Hanya ketika anak masih berusia bayi, yang lebih mudah tanpa menimbulkan reaksi perlawanan saat melakukan kegiatan menyuntik. Mungkin hanya menimbulkan tangisan sesaat sehabis disuntik. Tidak demikian setelah anak mampu berkomunikasi, dan memberikan respons akibat aksi menyuntik pada dirinya.

Rasa jera yang muncul dari pengalaman pertama kali disuntik,ikut menentukan susah atau tidaknya anak disuntik di kesempatan berikutnya. Rasa jera disuntik bisa terjadi apabila pengalaman pertama kali disuntik sangat kurang menyenangkan.

Kesan buruk saat pertama kali disuntik, seperti dibebat kedua lengan dan tungkainya, dirangkul ketat, dan ada sikap pemaksaan terhadap diri anak, biasanya akan menyisakan trauma saat pertama kali anak disuntik. Ini yang tidak boleh sampai terjadi.

Sama halnya ketika hendak mengajak anak berobat ke dokter gigi. Pendidikan lapangan memperkenalkan anak TK mengunjungi ruang praktik dokter gigi, ruang praktik dan ruang bedah rumah sakit, merupakan bagian dari upaya mengendurkan rasa takut anak, dan mencegah munculnya trauma sekiranya anak harus masuk dalam suasana berobat di lokasi itu entah kapan. Demikian seharusnya dipersiapkan apabila anak tiba-tiba harus diperhadapkan dengan suasana ruang dokter, dengan alat medis dan jarum suntik.

Sikap ramah penyuntik, suasana ruangan suntik yang tidak menyeramkan, dan sikap membujuk orangtua yang penuh kasih, biasanya bisa mengendurkan rasa takut anak saat hendak disuntik.

Membujuk anak bahwa pemberian suntikan akan menambah kuat badan anak, membuatnya sesehat anak lain, menjadi sesehat tokoh yang diidolakannya, superman, misalnya, maka anak akan menjadi lebih mudah menerima suntikan.

Tentu kesan sehabis suntikan dipengaruhi oleh teknik menyuntik juga. Maka pilihan jenis dan ukuran jarum suntik, serta teknik menyuntik, membuat rasa nyeri tusukan jarum berkurang. Hal itu bisa disiasati dengan membubuhi cairan pematirasa pada kulit yang akan disuntik sebelum jarum ditusukkan. Mencubit lebih tebal pada bagian kulit yang akan disuntik, juga bisa mengurangi rasa nyeri tusuk jarum suntik.

Pengalaman pertama kali tidak nyeri saat disuntik, akan menumbuhkan keberanian anak disuntik pada di kemudian hari. Maka betapa penting menciptakan kesan pertama disuntik yang menyenangkan, dan tidak membuat anak trauma.

Hal lain, apabila anak memang belum terkondisikan berada di ruang praktik dokter, atau di suasana ruang suntik yang baginya menyeramkan, lakukan kegiatan menyuntik di lokasi yang lebih bersahabat. Tidak perlu di ruang yang harus steril untuk melakukan kegiatan menyuntik, karena menyuntik boleh di mana saja, asal prosedur menyuntiknya benar.

Bagi anak yang tidak terbiasa bertemu dengan dokter atau tenaga paramedis, apalagi yang pernah ada riwayat trauma berhadapan dengan tenaga medis, upayakan agar anak tidak diperlihatkan peralatan medis sebelum menyuntiknya. Melihat peralatan medis, termasuk jarum suntik, sudah menimbulkan reaksi penolakan anak. Maka saat menyuntik, upayakan agar jarum suntik jangan diperlihatkan di depan mata anak.

Semakin kecil ukuran jarum suntik, semakin berpengalaman siapa yang menyuntiknya, semakin minimal rasa nyeri tusuk yang ditimbulkan saat anak disuntik. Maka perlu mempertimbangkan hal-hal demikian ketika hendak memberikan kesan pertama suntikan agar menyenangkan bagi anak. Rasa nyeri berlebihan, atau suntikan yang menimbulkan titik darah di tempat suntikan, bisa memberikan trauma, dan rasa jera disuntik pada anak.

Anak menangis sehabis disuntik bisa saja terjadi, dan itu lumrah adanya. Lebih repot jika anak yang mulai menangis memberikan reaksi penolakan yang hebat saat hendak disuntik.

Jadi sekali lagi, mengkondisikan anak akrab dengan dokter, dengan suasana praktik dokter dan dokter gigi, serta suasana rumah sakit sedini mungkin, akan sangat membantu. Hanya anak-anak yang sudah terbiasa akrab dengan suasana berobat, termasuk suasana disuntik, tidak akan bermasalah pada jenis pengobatan apapun yang akan dijalaninya. Bahkan dalam hal mengonsumsi obat, terapi gigi, sampai saat hendak dicabut gigi sekalipun, anak akan tetap tegar.

Sumber: http://www.sahabatnestle.co.id (oleh: Dokter Handrawan Nadesul)


This post is tagged

Your Ad Here


Explore Recent



Random Posts



Latest Comment



Monthly Archives

4 Comments

  1. Salam
    Memang kita paling repot deh kalau mau bawa anak ke dokter ,kadang sampai kehabisan akal kita membujuknya …..
    Sebetulnya kiat yang paling tepat adalah ditujukan ke para DOKTER nihh .. supaya menggantikan alat suntiknya dengan yang canggih , jangan pakai jarum lagi …. sudah ada kok alatnya yang nggak sakit ,pernah liat nggak film star track khan dokternya kalu nyuntik enak banget…. nah itu udah ada lho…

    Salam SEHAT
    Mia
    http://www.nusashop.com

  2. @Mia
    Semuanya yang sebelumnya dikhayalkan orang kebanyakan dapat menjadi sesuatu yang nyata di kemudian hari. Dengan bermimpi manusia dapat menggali potensinya secara maksimal, yang tentunya asalkan membawa kebaikan bagi umat manusia.
    Dahulu orang bermimpi untuk dapat terbang seperti burung, sekarang mereka sudah bisa terbang naik pesawat ke suatu tempat. Mungkin di masa depan manusia sudah dapat menerapkan alat terbang mini, misalnya pakai sepatu terbang atau baju terbang anti gravitasi.
    Sama seperti jarum suntik, mungkin di masa depan alatnya sudah berubah seperti di film Startrek, cukup mengisi cairan atau peluru obat yang berada di alat suntik yang bisa ditembakkan ke dalam tubuh manusia tanpa membuat cedera atau bekas apa pun.

    Oke deh, kepanjangan komentar baliknya… hehehe
    Salam Sehat juga.

    NB: mba’ Mia, boleh gak kiat-kiat hidup sehat di situsnya saya hadirkan di blog saya ini?

  3. sekarang sudah ada koq. kemaren bapak saya disuntik pake alat yang gak kliatan jarumnya. gak kerasa kalo disuntik kata bapak saya…
    kalo saya kebetulan sugestinya terhadap suntikan dah bagus pak…soalnya pas masih kecil kebetulan yang nyuntik suster cantik…jadi pengen balik lagi hehehe ^^

  4. @Nick McAbe
    wah ternyata sudah ada ya? mungkin belum dipakai secara umum saja kali ya.
    kalau yang nyuntiknya suster ngesot bagaimana om?

Incoming Links

Leave a Reply