Beberapa hari lalu saya diberi satu bungkus plastik benda aneh oleh teman saya Nikomaru McAbe (keren banget namanya, padahal nama aslinya jauh lebih keren: Niko Abdullah). Saat diberi saya terkesan heran dan bingung. Benda tersebut bentuknya seperti salah satu makanan kesukaan saya, bening, bulat, lembut dan kenyal.
“Pak, ini loh silikon yang saya bilang itu,” kata pak Niko.
“Waduh Pak, buat apaan nih?,” balik saya berkata.
“Ini yang saya dulu bilang sama bapak untuk pengganti tanah sebagai media tanam dan ini yang warnanya bening, masih banyak pilihan warna lainnya,” lanjutnya berkata.
“O ini toh, wah tadinya saya kira bapak bercanda ini silikon, saya kira ini makanan. Hahaha,” canda saya.
“Aslinya bentuknya seperti butiran kecil, kalau kita beri air setelah bebera lama jadi seperti ini,” katanya sambil menunjuk pada silikon tersebut.
Memang bulan lalu saya sempat berbincang bersamanya mengenai berbagai hal menyangkut mencari ide-ide baru untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan sempat berbincang mengenai tanaman hidroponik (mengenai tanaman hidroponik dan prospeknya nanti saya tulis dibagian lainnya).
Dan malam ini saya teringat dengan benda yang kami sebut silikon itu. Dengan berbekal keyword “pengganti tanah untuk tanaman” pada mesin pencari Google saya mencoba mencari literatur ilmiah mengenai benda satu ini. Dan pada peringkat satu yang muncul tulisan “Rubrik – Hidrogel Phonix: Alternatif Pengganti Tanah” yang langsung saya klik. Dan ternyata benar perkiraan saya. Ini yang saya cari. Dan saya salin kembali apa yang ada di halaman tersebut di blog ini agar kita semua tahu dan mengerti apa itu Hidrogel Phonix yang kami sebut silikon itu (aduh jadi malu juga nih). Berikut copy-paste-nya:
Hidrogel Phonix: Alternatif Pengganti Tanah
Informant edmon
Selasa, 02 Oktober 2007 19:52:38
Tak selalu tanaman tumbuh di atas tanah. Beberapa media ternyata bisa menggantikan tanah sebagai proses hidup. Tak percaya? Jika kita sempat mendapatkan pelajaran Biologi saat sekolah dulu, menanam tumbuhan di atas kapas adalah contoh dan bukti paling sederhana.
Nama hidrogel phonix pada dasarnya terdiri dari dua istilah, yaitu hidro dan phonix. Artinya, media tanam alternatif pengganti tanah dan gell yang maksudnya adalah jeli. Berbahan rumput laut, hidrogel phonix generasi baru ini tak ubahnya dengan jajanan jeli.
“Namun jangan salah, jeli yang satu ini bukan untuk dimakan, karena benda ini adalah santapan bagi tanaman. Meski begitu, bahan dasar yang alami, membuat bahan ini aman. Meski termakan sekalipun,†kata Budi Irawan, Owner Delon Collection di Surabaya.
Meski bagi sebagian besar pecinta tanaman hias Tanah Air, media ini terkesan asing, media tanam ini pada dasarnya sudah tak asing lagi di Negara Jepang. Pemanfaatannya bahkan melebihi petani yang menggunakan tanah. Beberapa kelebihan, seperti kaya nutrisi, PH Netral, dan bentuk yang unik, membuat petani di Jepang memilih jenis media ini. Terlebih keuntungannya yang tak memerlukan banyak matahari, membuat mereka kian tertarik akan hidrogel phonix.
Tanpa Air, Sinar Matahari, dan Bahan Pewarna
Bukan sihir, bukan pula sulap, penggunaan media tanam hidrogel phonix membuat tanaman tak lagi menuntut air dan sinar terlalu banyak. Bahkan disarankan, tanaman yang memakai media tanam hidrogel phonix tak perlu disiram sesering mungkin, karena bahan gell yang ada dalam media tanam tersebut sudah mengandung air yang dibutuhkan tanaman.
Meski begitu, kata Budi lagi, air yang tersimpan tak selalu lepas begitu saja. Gell memiliki fungsi sebagai media penampungnya. “Media kita memiliki fungsi menyerap air yang efektif. Ini terlihat pada saat kita menyentuhnya. Meski terkesan basah, media ini tak akan meninggalkan bercak air pada saat kita menaruhnya di kertas putih sekalipun,†imbuhnya.
Untuk itulah, jika menggunakan media tanam ini, sebaiknya tidak terlalu sering menyiram. Bahkan supaya efektif, tanaman tak perlu disiram sama sekali. Tak hanya air, sinar matahari yang jadi unsur penting pertumbuhan tanaman juga tak diperlukan dalam penggunaan media tanam ini.
“Proses fotosintesis pada dasarnya dilakukan oleh tumbuhan untuk mendapatkan tanaman. Namun jika hal ini sudah terpenuhi oleh media tanam, maka fotosintesis tak begitu diperlukan,†ujar Budi. “Tapi sebagai proses pembentukan warna daun, sinar memang diperlukan. Untuk itu sinar lampu sudah cukup,†tambahnya.
Meski memiliki beberapa jenis warna yang menarik, namun jenis media tanam ini bisa dikatakan bebas dari bahan pewarna. Warna yang dihasilkan dari media ini berasal dari bahan organik. Apabila ada hidrogel phonix palsu, untuk mengetesnya cukup dengan menyentuhnya. Jika menggunakan bahan pewarna, warna yang menempel di tangan susah hilang meski sudah dibilas dengan air beberapa kali.
Perawatan Mudah dan Tidak Kotor
Keunggulan hidrogel phonix adalah tidak kotor. Berbeda dengan tanah, hidrogel phonix tak mengakibatkan banyak serpihan. Untuk itu, meski terjatuh pun media ini tak mengotori lingkungan. Di samping itu, meski terkesan basah, media ini tidak akan memberi noda pada kertas putih sekalipun.
Selain itu, penempatan di pot transparan, memberikan kesan bersih dan terawat. Ini bila dibandingkan dengan media tanah. Selain itu, meski dalam bentuk gell, media ini tak disukai oleh serangga. Untuk itu, tanaman bermedia ini akan lebih terawat dan terjaga kebersihannya.
Daun dan Bunga Indah Laiknya Artificial
Bila dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh di atas tanah, tanaman dengan media hidrogel phonix memiliki keuunggulan di strukturnya. Tak jarang, meski kebanyakan orang menyangka media tanam ini seperti mainan, daun yang mengkilap sering membuat orang bertanya, apakah tanaman itu asli?
Seperti halnya dengan mahkluk hidup yang lain, makin berkualitas bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh, maka makin bagus pula efek samping yang akan dihasilkan. Dalam hal ini pertumbuhan organ akan mengalami pertumbuhan yang berkualitas.
Begitu juga dengan tanaman yang memakai media hidrogel phonix. Unsur perkembangan dan makanan yang selalu terpenuhi dan berkualitas, membuat tanaman tumbuh dengan sempurna. Mulai dari warna daun, ukuran tumbuh yang maksimal sampai bibit yang akan dihasilkan kelak.
Pemenuhan makanan yang rutin dan berkualitas, membuat tanaman tumbuh bagus. Tak jarang mereka tumbuh dengan keindahan laiknya tanaman artificial (bunga palsu), karena bentuknya yang segar dan mengkilap.
AWAS Tiruan!
Beberapa tahun yang lalu, sebenarnya hidrogel phonix sudah pernah ada di Indonesia. Namun khasiatnya yang kurang bagus (dibandingkan tanah) dan efek negatif yang dihasilkan, membuat teknik tanam ini kurang dapat respon positif dari masyarakat.
Sebelum hidrogel phonix dipasarkan sekitar beberapa bulan yang lalu, orang berpendapat, media ini sering membawa masalah. Berjamur dan sering membuat tanaman jadi mati adalah beberapa contoh kendala yang sering dihasilkan dari media tanam ini.
Namun lain dulu, lain pula sekarang. Berbahan dasar rumput laut, media hidrogel phonix generasi terbaru lebih aman dan seakan memanjakan tanaman. Meski begitu, seiring maraknya penggunaan hidrogel phonix di masyarakat, membuat banyak orang berusaha mencari keuntungan tanpa memikirkan efek yang akan dihadapi. Beberapa produk berbahan silicon misalnya. Tak susah untuk mendapatkan hidrogel phonix berbahan ini di pasaran. Meski sepintas memiliki bentuk yang sama, namun dalam hal kualitas, hidrogel phonix jenis ini tidak memberi sedikit pun keuntungan bagi tanaman. Bahkan tanaman sering mati beberapa hari setelah ditanam.
“Untuk menghindari bahaya dan dampak dari hidrogel phonix jenis ini, kita dapat membedakan hanya dengan melihatnya. Struktur yang sama, menandakan adanya bantuan pabrik dan bahan kimia. Ini yang pada akhirnya dapat membahayakan tanaman dan beracun,†terang Budi. [adi]
http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/09/16/hidrogel-phonix/
(wah ternyata masih ngambil dari tempat lagi juga, namun setelah saya menuju alamat ini ternyata sangat sulit, entah itu dikarenakan koneksi internetnya yang lambat atau situsnya yang ramai dikunjungi)
Sumber: http://www.kebonkembang.info
Image: http://www.kebonkembang.info dan http://www.horties.com
This post is tagged
5 Comments
wah…ternyata namanya begono to….saya tau namanya aja silikon…
btw…apaka sudah tau cara membedakan yang beracun atau tidak ya? jadi lebih waspada nih, takut kalo kemakan sama ponakan. kirain ager2.
n kalo bisa tempat belinya sekalian pak, yang aman dan murah tentunya… ^^
baru tau aku, kalo biso gantike tanah, teknologi manusia mampukan mengalahkan sang pencipta?! hehe
sebenernya hidrogel phonix jg salah satu ciptaan Tuhan yang dimodifikasi.
btw aku punya masalah dengan hidrogel yang aku beli di JM Plaza di bagian tanaman lantai 3.
jadi kasusnya gini nih…setelah tanamannya aku tarok di hidrogel, selang beberapa minggu muncul ulat2 kecil di sekitar hidrogel. aku gak tau sumbernya dari mana. apakah itu larva nyamuk atau dari tanaman itu sendiri.
untuk bahan hidrogelnya sendiri aku gak tau dari apa, apakah dari silikon atau rumput laut…mungkin ada yang bisa menjelaskannya…? n kalo bahannya dari rumput laut bedanya apa ya? n belinya dimana? ada yang tau…
trims
@Nick McAbe
pokoknya kalau barangnya bukan buat manusia yaaa jangan diletakkan sembarangan dong
@noran sans
masih banyak kok media pengganti tanah selain hidrogel (nanti juga saya coba posting). waduh pak, bagaimana mungkin manusia dapat melebihi Sang Pencipta, manusia kan hanya sedikit memanfaatkan kemampuan yang diberikan olehNya.
@musashi
mungkin ulat yang ada itu terbawa oleh air yang dipakai sebagai katalisator untuk hidrogel tersebut pak. (atau sebenarnya ulat itu terdapat di dalam serbuk hidrogel-nya, ya seperti kriogenik begitu… ih serem, bagaimana kalau yang muncul itu adalah sesosok mahluk menakutkan seperti monster yang terus membesar memakan tanamannya berikut wadahnya + pemiliknya… hehehe)
wah..informasi yg bagus, thanks ^_^
buat kebun bertingkat di dalam rumah, tp sinar mataharinya gimana ya? apa dipantulkan dgn kaca ya ato pake genting kaca
——————————————————
http://about-health-information.blogspot.com/
http://how-to-do-all-things.blogspot.com/
http://ww4.yuwie.com/profile/Default.asp?id=706722
http://bux.to/?r=candrarpdshare
http://allinfohealth.wordpress.com
Incoming Links
Leave a Reply