Pestisida secara sadar maupun tanpa sadar sudah merupakan bagian dari hidup kita. Walau semua orang tahu bahwa pestisida sangat berbahaya, namun tetap hadir dan bersembunyi di antara makanan kita. Mengapa Pestisida patut menjadi musuh kita?
- Penelitian di Uni Eropa menemukan bahwa dalam residu pestisida di makanan didapatkan sejenis pengacau hormon. Jika termakan oleh manusia, walau dalam dosis kecil, maka akan dapat mempengaruhi tingkah laku, perkembangan otak, dan organ reproduksi misalnya jumlah sperma yang sedikit dan masa puber terlalu cepat
- Ilmuwan percaya bahwa pestisida yang masuk dalam badan ibu hamil, dapat membahayakan janinnya. Anak-anak ini biasanya lahir dengan gangguan perilaku dan dicurigai juga adanya gangguan pada otak, yang sayangnya sulit dideteksi sejak dini. Beberapa jenis pestisida dikatakan juga dapat melemahkan sistem imun sehingga anak-anak ini akan tumbuh menjadi dewasa yang semakin rentan terhadap bahaya pestisida.
- Zat-zat berikut adalah yang biasa dipakai dalam pestisida:
- Chlordecone: mengakibatkan sperma yang abnormal dan sulit bergerak
- Vinclozalin: bekerja mempengaruhi hormo. Zat ini terbukti mengakibatkan gangguan perkembangan yang serius pada percobaan laboratorium
- Lindane: disebut-sebut berkaitan dengan kanker payudara dan jenis kanker lain, dan kasus kemandulan
- DDT: zat ini dikaitkan dengan kanker dan infertilitas pada pria karena dapat memblok kerja hormon pria. Banyak negara telah melarang dipakainya zat ini. Tapi malangnya, di negara-negara yang masih sering terjangkit malaria, DDT ini justru dikatakan manjur sekali untuk membunuh nyamuk Anopheles
- Organofosfat: bahan kimia ini dikatakan mengakibatkan kelelahan berlebiha, sakit kepala, sakit perut, gangguan tidur, tak bisa konsentrasi, perubahan mood, dan kecenderungan bunuh diri.
- Banyak pengguna pestisida yang mengatakan bahwa kandungan zat berbahaya dalam pestisida akan sangat kecil dan tidak akan membahayakan manusia. Namun, yang membahayakan dari pestisida adalah bahwa ia bisa menumpuk dalam tubuh manusia. Kemudian, tiba-tiba saja memberikan efek.
- Residu pestisida dan bahan kimiawi dikatakan dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Karena itu, produk yang bukan makanan pun mulai dibuat dari bahan organik. Misalnya: tampon pun sekarang dibuat dari kapas organik.
This post is tagged
One Comment
Terima Kasih atas Informasi yang anda berikan karena sangat berguna sekali bagi penambah pengetahuan saya
Incoming Links
Leave a Reply